CINTA 100 HARI

Posted: October 19, 2009 in Bhs Indonesia

Riyo dan Yori sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun,hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.

Yori      : “Duh bosen banget.  Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi waktu denganku.”

Riyo     : “Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua saja yang tidak punya

pasangan sekarang.” (keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)

Yori      : “Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?”

Riyo     : “Eh? permainan apaan?”

Yori      : “Eng… gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi pacarmu tapi hanya untuk

100 hari saja. gimana menurutmu?”

Riyo     : “Emm… Baiklah…. lagian aku juga gak ada rencana apa-apa untuk beberapa bulan ke depan.”

Yori      : “Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya… semangat dong! hari ini akan jadi hari pertama kita

kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?”

Riyo     : “Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen deh. katanya film itu

bagus”

Yori      : “OK dech…. Yuk kita pergi sekarang, ntar pulang nonton kita ke karaoke ya…ajak aja adik kamu

sama pacarnya biar seru.”

Riyo     : “Boleh juga…”(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Riyo mengantarkan Yori pulang

malam harinya)

Hari ke 2:

Riyo dan Yori menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe, suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang, Riyo membeli sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Yori.

Hari ke 3:

Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat Riyo. Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.

Hari ke 7:

Bermain bowling dengan teman-teman Riyo. Tangan Yori terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Riyo memijit-mijit tangan Yori dengan lembut.

Hari ke 25:

Riyo mengajak Yori makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Yori memandang langit, dan melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.

Hari ke 41:

Riyo berulang tahun. Yori membuatkan kue ulang tahun untuk Riyo. Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Riyo terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang tahunnya.

Hari ke 67:

Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama, dan mengunjungi stand permainan. Riyo menghadiahkan sebuah boneka teddy bear untuk Yori, dan Yori membelikan sebuah pulpen untuk Riyo.

Hari ke 72:

Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China. Yori penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya mengatakan “Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang”, kemudian peramal itu meneteskan air mata.

Hari ke 84:

Riyo mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.

Hari ke 99:

Riyo memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.

15:20 pm

Yori      : “Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar.”

Riyo     : “Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu mau minum apa?”

Yori      : “Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari ini. Sebentar ya”

Riyo mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta selalu macet.

15:30 pm

Riyo sudah menunggu selama 10 menit dan Yori belum kembali juga. Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah panik.

Riyo                 : “Ada apa pak?”

Orang asing  : “Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu adalah temanmu”

Riyo segera berlari bersama dengan orang asing itu. Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang, tergeletak tubuh Yori bersimbah darah, masih memegang botol minumannya. Riyo segera melarikan mobilnya membawa Yori ke rumah sakit terdekat. Riyo duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.

Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.

23:53 pm

Dokter            : “Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih bernafas sekarang tapi

Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya.”

Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Riyo dan dia segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Yori. Wajahnya pucat tetapi terlihat damai.

Riyo duduk disamping pembaringan Yori dan menggenggam tangan Yori dengan erat. Untuk pertama kali dalam hidupnya Riyo merasakan torehan luka yang sangat dalam di hatinya. Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Yori untuknya.

Dear Riyo…

ke 100 hari kita sudah hampir berakhir. Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu. Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak, tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku. Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.

Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya. Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai, Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur hidupku. Riyo, aku sangat sayang padamu.

23:58

Riyo     : ” Yori, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang

tahunku? Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya..

Yori, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari!

Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!

Aku juga sayang padamu, Yori. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian!

Yori, Aku sayang kamu…!”

Jam dinding berdentang 12 kali…. jantung Yori berhenti berdetak. Hari itu adalah hari ke 100…

– T A M A T –

“KATAKAN PERASAANMU PADA ORANG YANG KAU SAYANGI SEBELUM TERLAMBAT. KAU TIDAK AKAN PERNAH TAHU APA YANG AKAN TERJADI BESOK. KAU TIDAK AKAN PERNAH TAHU SIAPA YANG AKAN MENINGGALKANMU DAN TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI LAGI”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s